Gelora 10 November - IST |
Ceritanya, tim sudah tiba di Gelora 10 Nopember sekitar pukul 09.00. Tapi apa daya, mereka tidak bisa memasuki stadion karena pintu tergunci. Tak ada satu pun petugas di lingkungan stadion yang berani membuka pintu untuk Persebaya.
"Alasannya mereka sudah mendapat amanat dari Dispora Surabaya. Akhirnya tim kembali ke Menanggal dan latihan di Nanggala," ujar asisten manajer Persebaya, Amran Said Ali.
Apa yang dialami Persebaya merupakan kali kedua dalam kurun waktu tiga hari. Senin (6/1/2014) lalu, Persebaya juga dilarang menggunakan stadion yang terletak di kawasan Tambaksari ini dengan alasan yang belum jelas.
Setelah ditemui oleh perwakilan panitia pelaksana (panpel), manajemen dan suporter, Dispora akhirnya memberikan izin kepada Persebaya untuk menggunakan stadion.
Saat itu, Kepala Bidang Olahraga dan Prestasi Dispora Surabaya, Edi Santoso menyebut hanya ada kesalahpahaman. "Untuk selanjutnya silakan saja Persebaya latihan di Tambaksari. Mau dipakai kapan silakan saja," tutur Edi saat itu.[beritajatim]