![]() |
| Foto - Antara |
Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu 1 Februari 2014 kemarin Naga Mekes merasa dirugikan dengan keputusan wasit Dodi.
Pelatih Mitra, Stefan Hansson menilai, Mitra Kukar seharusnya mendapat penalti setelah pemain bertahan 'Bajul Ijo', Ambrizal melakukan handsball di kotak terlarang di menit akhir pertandingan. Namun sang pengadil justru tidak memberikan penalti dan tetap melanjutkan permainan.
Usai pertandingan, Arsitek Mitra Kukar, Stefan Hansson sempat terlibat adu mulut dengan pelatih Persebaya, Rahmad Darmawan karena keputusan wasit yang dianggap menguntungkan tuan rumah.
Menanggapi keluhan dari Mitra Kukar yang memprotes wasit, Anggota Komite Wasit PSSI, Jimmy Napitupulu mengatakan, pihaknya akan meninjau ulang kinerja Dodi dalam pertandingan itu.
Jimmy mengaku, selepas pertandingan dia langsung berkomunikasi dengan Dodi. Kesimpulan sementara, wasit tidak berada dalam posisi menguntungkan saat melihat handsball Ambrizal.
"Saya menerima laporan, wasit Dodi sedang dalam posisi yang kurang menguntungkan saat melihat kejadian tersebut. Menurut wasit saat itu laju bola sangat cepat dan ia melihat bola mengenai dada, bukan tangan. Kami akan melihat tayangan ulangnya," ujar Jimmy saat dihubungi Liputan6.
Sebagai mantan wasit, Jimmy menilai, seharusnya wasit memahami posisi yang tepat untuk melihat suatu kejadian sebelum mengambil keputusan
"Seorang wasit harusnya sebisa mungkin menempatkan diri pada situasi dan posisi yang menguntungkan untuk melihat dan menilai segala kejadian dalam pertandingan sebelum mengambil keputusan," sambung Jimmy (liputan6)
