![]() |
| Tawuran Dua kelompok suporter Persiba - Antara |
Tawuran pecah usai pertandingan Persiba melawan Persiram Raja Ampat. Keributan melibatkan dua kelompok suporter tuan rumah, Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF).
Keributan dipicu saling ejek antar kedua kelompok. Saksi menyebutkan bahwa Yupita sebenarnya berusaha melerai tawuran tersebut. Namun malang, pria berusia 35 tahun itu justru terkena pukulan benda tumpul di bagian kepala. Yupita roboh dan tak sadarkan diri. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Panti Rapih dalam kondisi yang tidak sadarkan diri.
Setelah mendapat perawatan sejak Sabtu lalu, korban akhirnya meninggal dunia, pagi tadi, Rabu, 12 Februari 2014 pukul 05.30 WIB. "RIP Yupita, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan dosa-dosanya diampuni Allah SWT," kata rekan Yupita, Yudha PW, Rabu, 12 Februari 2014.
Yudha belum bisa memastikan kapan Yupita dimakamkan. Sebab, pihak keluarga dan Paserbumi masih sibuk menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit. "Kemungkinan nanti siang namun saya belum mendapatkan kabar pasti jam berapa akan dimakamkan," kata Yudha.
Duka mendalam juga dirasakan olen Manajer Persiba Bantul, Hanung Raharja. Hanung mengaku kehilangan sosok saudara, teman yang selalu mendampinginya saat pasang surut Persiba Bantul hingga Persiba Bantul berlaga diajang ISL.
"Dalam suasana suka dan duka kita selalu bersama," kata Hanung yang juga mantan Lurah Paserbumi ini. Hanung berharap kepergian salah satu pejuang Paserbumi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar selalu dewasa dalam memberikan dukungan kepada Persiba Bantul. "Ini kejadian yang terakhir kalinya. Jangan sampai ada korban-korban lainnya,"jelas Hanung.[viva]
