![]() |
| Jupita 'Korban Insiden Kerusuhan' (Liputan6.com/Fathi Mahmud) |
Yupita sosok yang sangat cinta kedamaian dan penuh dengan kebersamaan. Sebelum meninggal dirinya sempat ngobrol dengan almarhum. Pesan terakhir yang diinginkannya adalah, jangan sampai suporter Persiba Bantul pecah.
Yupita menginginkan agar para suporter kembali bersatu. "Saya melihat jiwa besar dia sangat luar biasa. Saat berkomunikasi di tribun, dia mengatakan agar masyarakat Bantul tidak bentrok. Itu kata terakhirnya dan sekaligus pesan terakhirnya," kata Arif saat berada di rumah duka.
Arif menceritakan, sesaat sebelum terjadi kerusuhan sempat bertemu almarhum di tribun penonton. Waktu itu, dia maju sebagai penengah saat suporter dari kubu lain masuk ke tribun yang sama.
Dia tidak mengetahui, ada suporter dari kubu lain masuk ke tribun, karena wewenang itu ada di tingkat panpel. Namun, Yupita mencoba agar tidak terjadi keributan dan singgungan. Dia maju dengan sangat berani mencoba melerai dua kubu suporter.
"Dia sosok yang hebat di mata saya. Dan salah satu putra Bantul yang saya kenal. Saya sangat yakin dia begitu berani berkorban untuk mencoba melerai suporter", kata Arif.
Seperti diketahui, usai pertandingan antara Persiba Bantul dengan Persiram Raja Ampat ada hari Sabtu 8 Februari 2014, dalam putaran ISL terjadi tawuran antarsuporter Persiba Bantul yaitu Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF).
Bentrokan ini menyebabkan 3 korban dilarikan ke rumah sakit. 1 korban meninggal dunia atas nama Yupita yang juga pengurus DPP Paserbumi meninggal setelah menjani perawatan intensif di RS Panti Rapih.[liputan6]
