![]() |
Penyerang, Malik Jabbar Pinem yang baru masuk di babak kedua pada menit ke-57 menjadi pahlawan kemenangan PS Kwarta Deli Sedang pada menit ke 84 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Persinga Ngawi. Penyerang bernomor punggung 13 itu berhasil memanfaatkan bola muntah dari hasil tendangan Ahmad Apandi.
Dalam pertandingan yang berlangsung dalam guyuran hujan sejak menit pertama, Persinga Ngawi nampak mendominasi permainan lewat duo penyerang mereka Slamet Haryadi dan Zuhri Dwi Saputro.
Tapi sayang ketangguhan duet Rony Fatahillah dan Dikky Yudistia di lini belakang PS Kwarta membuat gawang yang dijaga Vidi Bigbella Panggabean selalu aman dari tembakan berbahaya Persinga Ngawi. Di babak kedua, Persinga Ngawi terus menerus menekan pertahanan PS Kwarta Deli Serdang. Tapi tak kunjung menyamakan kedudukan di lima menit pertandingan terakhir.
Walaupun kalah, tapi Persinga Ngawi tetap berhak lolos ke Divisi Utama musim depan bersama enam tim lainnya yang sudah masuk babak 8 besar yakni PSGC Ciamis, Persida Sidoarjo, Martapura FC, Persigubin Pegunungan Bintang, Bintang Asahan Jaya, dan Villa 2000.
Usai laga Manajer Persinga, Dwi Irianto mengakui sore ini pertandingan yang sangat bagus bagi kedua tim.
"Dua tim bermain saling serang dan jual beli serangan. Persinga selalu menjadi langganan di Final, saat Divisi 2 tahun lalu kita jadi Finalis juga. Semua karena kita didukung komponen termasuk dari segi pemain," kata Dwi usai laga.
Pelatih Putut Wijanarko menambahkan anak-anak asuhnya kurang konsentrasi di menit-menit terakhir.
"Sebenarnya gol itu tidak perlu terjadi bila anak-anak konsentrasi. Tapi inilah sepakbola, evalusi terus kita lakukan," beber Putut.
Sementara itu Arif Fadillah, Manajer Kwarta mengatakan pertandingan yang cukup seimbang bagi kedua tim.
"Kredit sendiri terhadap coach Lilik. Kita tidak terpaku akan permainan rap-rap Medan. Info juga tim kita murni swasta tak pernah pake dana APBD. Karena kita punya pembinaan, terus kita jual pemain dan pengusaha-pengusaha mereka banyak bantu. Selain itu kita coba negosiasi dengan investor dari Rusia dan Malaysia," jelas Arif.
Di lain sisi, sang arsitek Lilik Suheri ingin menikmati gelar juara ini. "Menjadu juara bukan hal mudah karena kita 4 tahun bersama dari Divisi 3. Duo senior Affan Lubis dan Nofianto membantu akan tim ini selain kebersamaan dan motivator. Rata-rata pemain kami kelahiran 1994 hingga 1995. Selain itu kita menjadi Juara tidak pernah jadi tuan rumah saat babak-babak sebelumnya," tutupnya.[ligaindonesia]

0 comments:
Post a Comment